Pembangunan Karakter Melalui Fun Games and Learning oleh SIP Banjarnegara

Adik-adik MI Karanganyar, Purwonegoro, Banjarnegara

Fenomena mengenai kejahatan seksual, kekerasan terhadap perempuan, korupsi, cyber crime, bahkan hilangnya moral anak bangsa akhir-akhir ini menjadi isu sosial yang hangat diperbincangkan. Eksistensi jati diri bangsa Indonesia yang termaktub dalam ideologi Pancasila dan UUD 45 yang semakin tergerus oleh masuknya budaya asing disinyalir sebagai penyebab maraknya kasus-kasus tersebut. Masyarakat yang cenderung konsumtif lebih suka meniru budaya asing daripada mempertahankan karakter asli bangsa Indonesia.

Oleh sebab itu, pendidikan karakter sejak dini mutlak diperlukan guna mencegah terjadinya akulturasi budaya secara besar-besaran. Pemikiran ini lah yang mendasari misi tim Sekolah Inspirasi Pedalaman Banjarnegara untuk bergerak melakukan perubahan. Pembangunan karakter usia dini dipersiapkan secara mental untuk menghadapi tantangan globalisasi dengan tetap berpegang teguh pada ideologi kebangsaan. Kejujuran adalah salah satu nilai luhur karakter bangsa yang dipilih sebagai tema materi dasar dalam kegiatan penerjunan kali ini.

Opening Session Oleh Kak Resti

Minggu pagi pada tanggal 6 November 2016, relawan SIP Banjarnegara bersiap menuju lokasi penerjunan yang berada di Desa Karanganyar, Kecamatan Purwonegoro. Dengan semangat membawa perubahan, relawan datang tepat waktu menerjang akses jalan yang lumayan terjal untuk menuju lokasi. Wajah polos anak-anak MI Muhammadiyah Karanganyar tampak gembira menyambut kedatangan relawan. Kegiatan hari itu diawali dengan sesi opening yang dipandu oleh Kak Resti dan Kak Hesti. Mereka memimpin doa di halaman sekolah sebelum kegiatan dimulai.

Selanjutnya, Kak Resti mengajak anak-anak MI Muhammadiyah Karanganyar bernyanyi dan bermain games. Suasana menjadi lebih hangat, santai dan ceria akibat ice breaking dari Kak Resti tersebut. Setelah itu, Kak Hesti menjelaskan garis besar kegiatan dengan memberi sedikit teka-teki. Tujuannya adalah agar anak-anak penasaran sehingga mereka antusias untuk mengikuti rangkaian kegiatan hingga akhir. Selain semangat dari Kakak-kakak relawan, antusiasme anak-anak sangat dibutuhkan demi kelancaran dan kesuksesan program Sekolah Inspirasi Pedalaman Banjarnegara.

Kelas A bersama kak Tika dan Kak Mursi

Anak-anak kemudian dibagi menjadi tiga kelompok untuk mempermudah pelaksanaan kegiatan, yaitu kelas A, kelas B dan kelas C. Kelas A terdiri dari kelas 1 dan 2, kelas B terdiri dari kelas 3 dan 4, serta kelas C yang terdiri dari Kelas 5 dan 6. Setiap kelas memiliki Kakak pendamping yang bertanggung jawab menjadi fasilitator dan memandu jalannya kegiatan. Masing-masing kelompok kelas memiliki konsep kegiatan yang berbeda namun tema tetap disamakan. Konsep kegiatan disusun berdasarkan usia dan kemampuan serta preferensi anak terhadap hal yang mereka sukai. Secara keseluruhan konsep kegiatan dilakukan dengan cara mengajak anak-anak belajar sambil bermain.

Konsep kegiatan kelas A adalah colouring. Worksheet yang digunakan terdiri dari gambar yang disisipi tulisan bertemakan kejujuran. Selain untuk mengenalkan nilai kejujuran, kegiatan ini juga melatih kreatifitas serta kemampuan verbal pada anak. Fasilitator kelas A yaitu Kak Tika, Kak Mursi dan Kak Happy memberi reward dan sanjungan di akhir kegiatan guna menumbuhkan rasa percaya diri terhadap anak sehingga mereka berani dan mampu untuk tampil didepan.

Kelas B didampingi oleh Kak Enra dan Kak Ayun yang membawakan sebuah dongeng fabel. Anak-anak dilibatkan untuk memerankan tokoh-tokoh didalamnya. Kak Enra sebagai narator menjembatani imajinasi dan menggali emosi anak-anak agar menyatu dengan karakter yang diperagakan. Anak dibuat seolah benar-benar merasakan kondisi, kejadian dan perasaan yang membentuk satu kesatuan alur cerita. Metode seperti ini sangat tepat digunakan untuk memancing anak agar dapat menyimpulkan sendiri pesan moral yang hendak disampaikan si pendongeng.

Kelas C didampingi oleh Kak Tya dan Kak Gita yang diisi dengan menari dan menonton film. Metode ini lebih menekankan pada kemampuan visual anak dan kerangka berfikir mereka dalam menyimpulkan sesuatu dari apa yang mereka lihat. Untuk sesi menari sendiri merupakan implementasi dari soundtrack yang terdapat pada film tersebut. Lagu soundtrack ini mengajak anak-anak untuk berani berbuat jujur sejak dini, karena jujur itu hebat. Nada dan lirik sederhana diiringi aransemen musik yang ceria membuat lagu ini mudah dinyanyikan dan diingat oleh anak. Nantinya anak kelas C diminta menjadi komando anak kelas A dan B pada saat menari bersama-sama dipenghujung acara.

Pada sesi closing, Kak Anwar dan Kak Riza meminta perwakilan tiap kelas untuk menceritakan kembali kegiatan yang mereka lakukan. Inti dari penerjunan kali ini adalah menanamkan nilai kejujuran sedini mungkin. Selain itu juga untuk melatih tanggung jawab, meningkatkan rasa percaya diri dan melatih jiwa kepemimpinan terhadap anak. Poin-poin tersebut merupakan salah satu cara yang ditempuh oleh tim Sekolah Inspirasi Pedalaman Banjarnegara untuk memberi pendidikan karakter pada anak sedini mungkin.

Pendidikan karakter sangat penting dilakukan, hal ini dikarenakan karakter tidak bisa diwariskaan, karakter tidak bisa dibeli dan ditukar, dan karakter arus dibangun serta dikembangkan dengan proses yang tidak instan. Rangkaian kegiatan diakhiri dengan menyanyi dan menari bersama dan ditutup dengan doa sebelum semua kembali pulang kerumah masing-masing. (gesavitri)

Ekspresi 1/3 Malam Terakhir

Dia tertidur membelakangiku. Menghadap ke tembok. Kaki dan tangannya memeluk bantal guling. Meringkuk. Sesekali menggeliat dengan mulut komat kamit. Menggaruk leher dan rambutnya, kemudian terdiam. Penerangan dikamar ini sepertinya tidak mengganggu aktivitasnya merajut mimpi.

Mukanya polos, innocent, menggemaskan. Berbanding terbalik ketika Ia terjaga. Seorang introvert garis keras. Berpendirian kuat. Dengan segudang permasalahan kehidupan. Dia tidak pernah demam panggung. Terus tampil dengan atau tanpa narasi. Semua yang tak terduga tak pernah membuatnya lari dari panggung perhelatan sang pencipta.

Tanpa kusadari air mataku terjatuh. Dia hebat. Dibalik wajah polosnya dia adalah seorang lakon sandiwara yang baik, siapa sangka???
Tak kuasa menahan gejolak dijiwa, akhirnya aku mendekatinya. Perlahan aku mengusap rambutnya. Mencium keningnya dengan hati-hati menjaga agar dia tidak terbangun. Seketika dia melengus, tetapi mata tetap terpejam. Aku tersenyum melihat respon alam bawah sadarnya.

Sekarang dia pindah posisi , terlentang. Kini aku bisa lebih jelas memandang ekspresinya di sepertiga malam terakhir ini. Tangan diangkat melingkar diatas kepala dengan kedua ketiaknya yang terbuka. Kedua kakinya dibuka lebar. Kaki kirinya sedikit ditekuk kedalam. Masih dengan guling yang dibiarkan terapit diselangkangan. Wajahnya manis. Sempurna. Sepertinya Tuhan sedang memiliki mood yang sangat baik ketika menciptakan Sunny. Yah…aku menyebutnya Sunny. Seseorang yang sedang tertidur dihadapkanku.

Sinar wajahnya memudar, kusut. Aku tahu dia kelelahan. Matanya terus terpejam, kantung matanya membengkak lengkap dengan warna kehitaman melingkar dibawah kelopak mata bagian bawah. Udara panas kamarku membuat tubuhnya sedikit berkeringat. Sesekali nafasnya tersedat.

“Semoga keberuntungan selalu berpihak padamu. Semoga kerja kerasmu tak pernah sia-sia. Semoga selalu diberi kesehatan. Semoga bahagia dengan jalan kehidupan yang kamu pilih. Dan semoga kamu tidak pernah melupakan aku”. Doaku dalam hati sebelum akhirnya kembali dengan buku dan leptop di hadapanku.

Bocah Perempuan

Seorang bocah perempuan berjalan berlenggang penuh keyakinan menyusuri jalan setapak ditepian hutan. Dari arah bersebrangan, nampak seorang bocah perempuan lain berjalan tak kalah mantapnya dengan bocah perempuan yang pertama. Keduanya terlihat congkak.

Bocah perempuan pertama kakinya menginjak duri rumput putri malu, marahlah dia. Dari kejauhan bocah perempuan kedua tertawa kecil melihat apa yg dialami bocah perempuan pertama.

Tak menghiraukan rasa sakit dikakinya dan tawa kecil bocah perempuan kedua, bocah perempuan pertama terus berlenggang berjalan mantap mendekati hutan.

Saking asiknya tertawa tak sadar ada batu kecil di depannya, dan tersandunglah dia bocah perempuan kedua. Terjatuh, tersungkur, tertunduk, terdiam dan menangis.

Lalu bocah perempuan pertama berbalik arah dan menghampiri bocah perempuan kedua yg sdang menangis. Dia mengulurkan tangan, diraihlah tangan itu oleh bocah prempuan kedua. Dia tersenyum, kmudian bertanyalah dia pada bocah perempuan pertama,

Bocah prempuan kedua: “apa yang kau cari?”

Bocah perempuan pertama: “entahlah, langkah kakiku ingin aku pergi ke hutan itu”,
“lalu kau sendiri, apa yang kau cari?”,lanjutnya.

Bocah perempuan kedua: “entahlah..yang jelas aku tak menemukannya di dalam hutan itu, disana tidak baik untuk perempuan seperti kita, aku yakin kau tak akan menemukan apa yang kau cari disana, ikutlah bersamaku”,

Bocah perempuan pertama: “kemana?”

Bocah perempuan kedua: “keluar dari sini, mungkin ke perkampungan penduduk itu, atau ke kota”, (tersenyum)

Bocah perempuan pertama: “apa kau yakin?” (ragu)

Bocah prempuan kedua mengangguk mantap.

Bocah perempuan pertama: “Baiklah, asal kamu mau membantuku menemukan apa yg aku cari”.

Bocah perempuan kdeua: “kita akan menemukan apa yg kita ingin temukan”,(tersenyum)

Kemudian mereka berdua berjalan beranjak meninggalkan hutan. Langkah penuh congkak dengan gairah jiwa muda yg menggebu bak seorang jagoan kampung.

Bocah prempuan kedua: “apa kakimu tdk sakit?, kenapa tidak kau obati, nanti infeksi, tapi duri itu sepertinya tak mempengaruhimu sama sekali” (heran)

Bocah perempuan pertama :”hahaha..(tertawa getir), itu hanya duri kecil, aku trbiasa terluka oleh sesuatu yg lebih tajam, (menunjukan bekas luka dbeberapa bgian tubuhnya, tangan, lengan, kaki),biarkan saja, sakitnya juga lama2 tak akan trasa, hanya tersisa bekas yang sulit untuk dhilangkan. (tersenyum, sambil sesekali menatap dalam kearah hutan)

Bocah perempuan kedua terdiam sejenak.
Kemudian berkata sambil menggandeng tangan bocah perempuan pertama.

Bocah perempuan kedua: “baiklah, ayo kita tnggalkan tempat ini, kalau sakit bilang padaku”, (tersenyum)

Bocah perempuan prtama mengangguk dan tersenyum. (gsvtr)

Hujan dan Burung

Kamu tahu..
Hujan itu menyejukkan..
Lihat!?!
Pohon-pohon yang terkena hujan menjadi segar..
Tanah dan rerumputan juga segar..:D
Bunga-bunga bermekaran..
Burung-burung senang mencari makan..

Tapi..
Lihatlah burung-burung dipucuk pohon itu..
Mereka kebingungan..
Mereka tidak membuat sarang diposisi yang tepat..
Sarangnya sekarang basah terkena air hujan..
Anak-anak burung itu kedinginan..
Menggigil..
Kasian…

Tp Kamu tau kan?
Ini bukan salah hujan..
Karena hujan hanya melakukan hal yang semestinya dia lakukan..
Burung-burungpun tak akan menyalahkan hujan..
Aku yakin itu..

Dan Kamu tahu?
Untukku..
Hujan itu kamu..