Weekly Basis | Meet the Iris and Dufresne

Hello dear!! What’s up!?

Ini adalah tulisan pertama saya mengenai weekly basis sekaligus tulisan pertama saya di tahun 2018. Weekly Basis nantinya akan menjadi ruang tempat berbagi sesuatu yang sedang saya sukai, sesuatu yang memotivasi ataupun sesuatu yang menjadi mood booster dalam sepekan terakhir. Bisa berupa musik, film, buku, quotes atau yang lainnya.

Weekly basis merupakan resolusi 2018, pemantik agar saya bisa berkomitmen pada diri sendiri untuk rajin menulis minimal sekali dalam satu minggu. Setidaknya jika otak sedang benar-benar buntu, masih ada stock content yang bisa di post di blog ini.

Weekly basis akan hadir setiap hari minggu, untuk jam posting nanti tergantung situasi, kondisi dan ketersediaan koneksi internet tentunya. Tidak ada ketentuan yang saklek, yang penting happy karena untuk tahun 2018 ini saya berpegang teguh pada prinsip #antigalaugalauclub. Hahaha

OK..Let’s get this first weekly basis started!

Weekly Basis: Music

goo goo dolls Dizzy Up The Girl Album Cover
Source

Musik adalah hal yang tidak bisa lepas dari kehidupan saya bahkan mungkin sebagian besar orang di dunia. Saya sangat menyukai musik, dan honestly saya senang bernyanyi. Tunggu dulu, gak usah protes! Iya..saya sadar akan kualitas suara saya yang bahkan kucing peliharaan saya pun akan pergi jika mendengarnya, tapi saya tidak bisa berdiam diri jika mendengar alunan musik. Spontan kepala akan manggut-manggut dan mulut bergumam, err..terkadang (sedikit) berteriak menirukan syair lagu yang didendangkan. Bahkan saya merasa memiliki ikatan batin tersendiri dengan musik, karena dalam kondisi dan situasi apapun, musik selalu bisa mengutarakan apa yang tidak bisa saya utarakan. Eaaaaaaakk!!

Ketika saya happy, musik bisa membuat saya makin happy. Pun ketika sedih, saya biasanya menggunakan musik untuk mengembalikan mood saya dan kembali ceria. Namun tak jarang musik juga membuat saya yang sedang sedih semakin sedih, dan parahnya bisa juga membuat saya yang sedang happy tiba-tiba sedih, lalu nangis di pojokan. Biasanya sih kalau tiba-tiba gak sengaja ke-play lagu kebangsaan bareng mantan. Hahaha..duh!! ketahuan belum bisa move on!

Untuk minggu ini, hampir setiap saat suara manly John Rzeznik yang notabene adalah lead vocal dari Goo Goo Dolls menemani saya di semua kegiatan. Entah di kantor, beberes rumah bahkan menjelang tidur. Salah satu album Goo Goo Dolls yang saya sukai adalah Dizzy Up The Girl, kenapa? Karena dalam album ini saya mengenal “Iris”.

Iris bisa berarti seorang dewi pembawa pesan dalam kepercayaan Yunani. Ia diidentikan dengan pelangi, penghubung langit dan bumi, daratan dan lautan. Iris juga sebuah nama bunga berwarna biru keunguan, perlambang kelahiran di bulan Februari yang berarti kesejahteraan dan cinta. Bunga itu bisa tumbuh di darat dan di air. Terlepas dari itu semua, bagi saya lagu ini adalah lagu yang sangat tulus, dalam liriknya yang sederhana terkandung makna yang sangat mendalam. I love this song, I love Goo Goo Dolls.

Watch this song on youtube.

Weekly Basis: Movie

Selain menghibur, saya pribadi menggunakan film sebagai media belajar. Banyak pesan moral yang biasanya terselip baik dalam adegan maupun dialog antar tokohnya. Film-film tertentu juga biasanya memaksa otak kita untuk berfikir diluar nalar, bermain analisa dan logika. Lumayan lah buat olahraga otak biar gak tumpul-tumpul amat. hehe

Dan untuk kalian yang sedang belajar bahasa Inggris film juga merupakan ladang memperkaya vocabulary, slang, idiom, expression atau hal lain yang berhubungan dengan bahasa Inggris. Saya sendiri menerapkan hal itu karena saya juga sedang belajar mendalami bahasa Inggris. Metode belajar melalui film banyak disarankan para expert dan sejauh ini menurut saya memang worth it.

The Shawshank Redemption Poster
Source

Dan minggu ini, terpilihlah Shawshank Redemption masuk dalam weekly basis Gesavitri. Film yang tidak membuat saya bosan meskipun sudah berkali-kali ditonton. Tidak heran jika selama bertahun-tahun film yang dibintangi oleh Tim Robins (Andy Dufresne) dan Mbah Morgan Freeman (Red) ini consistently ranked on the top of the IMDb top 250. Meskipun dibuat pada tahun 1994 which is hampir seumuran dengan saya (iyain aja), namun ide ceritanya masih terkesan fresh dan tak lekang oleh jaman. Film ini diadaptasi dari novel berjudul “Rita Hayworth and Shawshank Redemption” karya Stephen King yang rilis tahun 1986. Maka tak heran jika karya-karya Stephen King lainnya banyak sekali yang diadopsi ke dalam film. Salah satu yang baru-baru ini sempat booming di kalangan netizen Indonesia adalah It, itu loh si Badut menyeramkan tetapi malah jadi bahan bully-an sama netizen Indonesia, hehehe

For your information, saya mendapat banyak sekali idiom dan slang. Salah satunya adalah “Fish”, jika selama ini kita mengenal fish adalah ikan, namun kalian akan mendapat arti yang lain setelah menonton film ini. haha

 

Finally, Last but not least! Selamat Hari minggu, siapkan energi terbaikmu untuk menghadapi hari esok! Stay Safe and Keep Happy!

Love, Gesavitri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *