About

Panggil saja Gesavitri, sulung dari dua bersaudara ini selalu dikelilingi oleh banyak laki-laki. Sebagai cucu perempuan mengharuskan dia harus merasakan bertahun-tahun tinggal satu atap dengan para lelaki, mau tak mau hal itu mempengaruhi tingkah laku dan kebiasaannya.

Masa kecil Gesavitri dihabiskan untuk bermain layang-layang, bermain ketapel, yoyo, mencari burung, bermain kelereng, mandi di kali, dan aktivitas lain yang identik dengan permainan bocah laki-laki. Nyaris tak mengenal apa itu boneka, barbie, bando, dan mainan lain yang berbau perempuan.

Masih teringat jelas dibenak Gesavitri bahwa dia hanya mempunyai 4 potong rok dan dua diantaranya pemberian dari Bulik yang menginginkan anak perempuan.

Menginjak remaja, Gesavitri mengalami masa-masa disorientasi diri. Dia merasa bahwa menjadi seorang laki-laki lebih menyenangkan ketimbang menjadi seorang perempuan. Dia mencium bau-bau ketidakadilan terhadap kaumnya.

Menjadi seorang perempuan membuat dia dipandang lemah, dan sebelah mata. Dia merasa tidak aman ketika berjalan sendirian di malam hari. Baginya, laki-laki memiliki kebebasan yang lebih luas tanpa terikat aturan, norma dan adat istiadat.

Banyak hal yang dia temui semasa perjalanan pencarian jati dirinya itu. Membuatnya jatuh, bangun, tersungkur, berdiri, dan berlari. Banyak pelajaran berharga yang membuat dirinya lebih bersyukur atas kehidupannya, atas apa yang ia miliki pada saat itu.

Kini Gesavitri asik menjalani kehidupan barunya sebagai seorang pembelajar. Hari-harinya dihabiskan untuk belajar banyak hal. Belajar menjadi seorang manusia. Belajar menjadi seorang perempuan dimana dirahim dan tangannya kelak akan tumbuh generasi yang menjadi harapan bangsanya

Mengenai blog ini, tidak ada ketentuan saklek. Pada prinsipnya blog ini berisi mengenai apa saja yang dianggap menarik oleh Gesavitri. Lebih banyak ocehan kerupuk mungkin, namun tak bisa dipungkiri bahwa dia berharap blog ini akan memberikan manfaat bagi para pembacanya meski cuma secuil. hehe

Akhirnya, Selamat datang di raga virtual Gesavitri. Perempuan si Upil Singa yang jika disuguhkan segelas kopi dengan sendirinya akan berbicara mengenai dunianya

Salam Upil Singa,