Bocah Perempuan

Seorang bocah perempuan berjalan berlenggang penuh keyakinan menyusuri jalan setapak ditepian hutan. Dari arah bersebrangan, nampak seorang bocah perempuan lain berjalan tak kalah mantapnya dengan bocah perempuan yang pertama. Keduanya terlihat congkak.

Bocah perempuan pertama kakinya menginjak duri rumput putri malu, marahlah dia. Dari kejauhan bocah perempuan kedua tertawa kecil melihat apa yg dialami bocah perempuan pertama.

Tak menghiraukan rasa sakit dikakinya dan tawa kecil bocah perempuan kedua, bocah perempuan pertama terus berlenggang berjalan mantap mendekati hutan.

Saking asiknya tertawa tak sadar ada batu kecil di depannya, dan tersandunglah dia bocah perempuan kedua. Terjatuh, tersungkur, tertunduk, terdiam dan menangis.

Lalu bocah perempuan pertama berbalik arah dan menghampiri bocah perempuan kedua yg sdang menangis. Dia mengulurkan tangan, diraihlah tangan itu oleh bocah prempuan kedua. Dia tersenyum, kmudian bertanyalah dia pada bocah perempuan pertama,

Bocah prempuan kedua: “apa yang kau cari?”

Bocah perempuan pertama: “entahlah, langkah kakiku ingin aku pergi ke hutan itu”,
“lalu kau sendiri, apa yang kau cari?”,lanjutnya.

Bocah perempuan kedua: “entahlah..yang jelas aku tak menemukannya di dalam hutan itu, disana tidak baik untuk perempuan seperti kita, aku yakin kau tak akan menemukan apa yang kau cari disana, ikutlah bersamaku”,

Bocah perempuan pertama: “kemana?”

Bocah perempuan kedua: “keluar dari sini, mungkin ke perkampungan penduduk itu, atau ke kota”, (tersenyum)

Bocah perempuan pertama: “apa kau yakin?” (ragu)

Bocah prempuan kedua mengangguk mantap.

Bocah perempuan pertama: “Baiklah, asal kamu mau membantuku menemukan apa yg aku cari”.

Bocah perempuan kdeua: “kita akan menemukan apa yg kita ingin temukan”,(tersenyum)

Kemudian mereka berdua berjalan beranjak meninggalkan hutan. Langkah penuh congkak dengan gairah jiwa muda yg menggebu bak seorang jagoan kampung.

Bocah prempuan kedua: “apa kakimu tdk sakit?, kenapa tidak kau obati, nanti infeksi, tapi duri itu sepertinya tak mempengaruhimu sama sekali” (heran)

Bocah perempuan pertama :”hahaha..(tertawa getir), itu hanya duri kecil, aku trbiasa terluka oleh sesuatu yg lebih tajam, (menunjukan bekas luka dbeberapa bgian tubuhnya, tangan, lengan, kaki),biarkan saja, sakitnya juga lama2 tak akan trasa, hanya tersisa bekas yang sulit untuk dhilangkan. (tersenyum, sambil sesekali menatap dalam kearah hutan)

Bocah perempuan kedua terdiam sejenak.
Kemudian berkata sambil menggandeng tangan bocah perempuan pertama.

Bocah perempuan kedua: “baiklah, ayo kita tnggalkan tempat ini, kalau sakit bilang padaku”, (tersenyum)

Bocah perempuan prtama mengangguk dan tersenyum. (gsvtr)

Leave a Comment

%d bloggers like this: